Kamu kembali hadir di dalam mimpi. Lagi–lagi tanpa memperkenalkan diri.
Kamu tau aku akan mengenalimu. Kamu datang dengan membelakangi cahaya, seperti biasa. Menghampiri aku yang terbaring di dalam kekaguman atas pasir paling hangat yang pernah aku rasa. Gelombang yang tenang memeluk kakiku berkali-kali. Dan wajahmu akan ada di sana menghalangi teriknya matahari. Tetes demi tetes mengalir dari ujung rambutmu, jatuh tepat di dahiku. Aku tau kedua matamu memandangi aku. Sementara aku, menatap matamu saja tak bisa.
Aku membuang pandanganku ke pantai sebelah kiri. Kulihat di sana ada perempuan muda yang menarik perahu. Ujung rambutnya biru. Ujung jari-jemari tangannya biru. Biru juga memenuhi mata kaki hingga ke ujung jarinya. Kamu mengenalnya. Dia mengenalmu. Aku tidak mengenal kalian.
Di kanan kita, seorang pemuda yang tegap memanggil mereka, para pemuda yang tidak jauh dari sana. Dia menyuruh mereka untuk berlabuh. Ujung rambutnya biru. Ujung jari-jemari tangannya biru. Biru juga memenuhi mata kaki hingga ke ujung jarinya. Kamu mengenalnya. Dia mengenalmu. Aku tidak mengenal kalian.
Namun, untuk pertama kalinya, aku merasa ada rindu yang telah terjawab. Kalian datang untukku. Dan, aku mengingat kenapa aku ada di sini. Aku menantikan kalian.
kepingin tau lebih banyak tentang Oendari?
Silakan subscribe blog ini, dengarkan musiknya, atau follow Oendari melalui media sosial.
Atau sampaikan yang ingin kamu katakan kepada Oendari. Tulis suratmu!
