Salah satu mimpi paling indah. Aku mimpi kamu lahir dari rahimku.
Siapa sangka kamu menetap di sana, padahal belum lama kubilang pada ayahmu bahwa mungkin saja kamu sudah tidak lagi di sana, meninggalkan kami semua dan untuk itu, aku menyesal. Kupikir itu salahku. Seperti sudah-sudah. Dan, aku pun ya-sudah. Kuletakkan tanganku di sana. Sungguh kaget. Ternyata, kamu tinggal. Kamu tidak pergi.
Lalu, kamu lahir dari rahimku. Dalam sebuah persalinan paling mudah. Hanya ada aku dan kamu. Tidak ada rasa sakit. Kalaupun ada, ah, tidaklah seberapa. Begitu kamu lahir, aku menangkap kepalamu. Kamu lembut sekali. Mungil sekali. Rasanya, kamu tidak berdaya tanpaku. Aku pun merasa begitu. Namun, sesungguhnya, aku takut. Takut padamu. Tidak tau siapa kamu.
Tapi, kamu lahir dari rahimku. Lalu, kamu menatapku dengan mata paling indah. Seketika, hatiku luluh dan segala takut runtuh. Tidak ada keinginan lain, selain menyentuh, memelukku kamu, meraih tubuh kecil itu. Kulit kita bersentuhan, kemudian ada suara yang kudengar. Kamu bicara padaku dengan bahasa yang tak dikenal. Hanya kita berdua yang bisa memahaminya.
Pipiku menyentuh pipimu. Semua kenangan kita beradu. Jadi panggung yang bercerita meski hanya dalam kepala. Kita sudah pernah bertemu di kehidupan yang telah lalu. Entah sudah berapa lama. Itu sudah berlalu. Kita di sana, di tempat di mana matahari terbit. Berkeliling dari satu kehidupan ke kehidupan lain. Kamu telah lama sekali mencariku, dan di sinilah kita saling menemukan.

Sebuah mimpi pada tanggal 8 Mei 2022. Hari sudah terang ketika aku terbangun. Ternyata, aku menangis ketika memimpikan ini.
kepingin tau lebih banyak tentang Oendari?
Silakan subscribe blog ini, dengarkan musiknya, atau follow Oendari melalui media sosial.
Atau sampaikan yang ingin kamu katakan kepada Oendari. Tulis suratmu!
