Cerita-cerita

Mimpi Semalam (13)

Kamu kelihatan lelah, tapi tetap senyum seperti biasa. Ketika kamu datang, ada dua ekor kupu-kupu yang mengikuti kamu. Kita berdua sedang di atas bukit, di depan sana ada sehampar padang ditumbuhi ilalang. Hari sepertinya sore dan gerakan-gerakan ilalang ditiup angin bagai mencari-cari ke mana matahari akan pergi.

Kita gak banyak bicara. Kamu punya banyak beban di dalam pikiran yang gak terkatakan. Kalau pun terkatakan, aku gak tau aku bisa bantu apa. Aku memandangi kamu. Aku selalu suka memandangi kamu. Tiba-tiba aku senyum-senyum sendiri. Kamu sadar, terus nanya kenapa aku senyum.

“Gak tau.” Karena gak puas sama jawabanku, kamu nanya lagi, “Kenapa?” Aku jawab dengan jawaban yang sama lagi, tanpa bermaksud iseng ataupun becanda. Aku memang gak tau. Terus kamu kelitikin aku karena kamu tau aku gelian. Sebel, capek, karena akhirnya jadi kejar-kejaran.

“Kenapa? Jawab.”

“Gak tau.”

“Jawab gak!”

“Ya udah. Emang gak boleh?”

Kamu diam. Kita berhenti kejar-kejaran. Aku juga diam. Beberapa menit dalam diam yang rasanya sangat awkward. Terakhir, kamu cuma bilang, “Kamu jawab pertanyaan dengan pertanyaan.”


Gue kebangun. Ada suara ambulans.

kepingin tau lebih banyak tentang Oendari?

Silakan subscribe blog ini, dengarkan musiknya, atau follow Oendari melalui media sosial.

Atau sampaikan yang ingin kamu katakan kepada Oendari. Tulis suratmu!

← Back

Your message has been sent.

Mimpi Semalam (12)

Kamu sering bersenandung. Aku gak tau lagu apa, tapi selalu lagu yang sama. Aku penasaran banget mau tanya itu lagu apa, tapi selalu mengurungkan niat. Mengingat bahwa selama ini sepertinya kamu selalu bisa baca pikiranku, seandainya kamu mau kasih tau itu lagu apa, kamu pasti bakal langsung kasih tau. Sekarang, kamu gak ngomong apa-apa. Yaudah.

Kita sama-sama gak pernah tau kita ada di mana. Kita berpindah-pindah tempat. Kali ini, kita ada di bawah pohon tua yang besar, gagah, berdiri tegak di tengah sehampar ladang yang luas. Malam sedang terang-terangnya. Sedari tadi aku mendengarkan kamu bersenandung dari kejauhan. Aku memejamkan mata dan menikmati suara kamu. Kamu memanggil namaku, aku menoleh waktu kamu menunjuk ke langit di belakangku. Aku melihat ke sana, ternyata kamu menunjuk bulan. Kamu tau aku suka bulan.

Di setiap mimpi di mana kamu ada, aku selalu merasa kita dekat meskipun selalu berjarak. Aku tau kamu cuma sekadar mimpi, tapi kamu lebih nyata daripada banyak hal lainnya yang aku tau. Kamu di sana, kita saling berpegangan tangan, tapi yang bisa aku rasakan cuma hangatnya. Gak perlu bahasa yang sama untuk bisa bikin kita saling mengerti, kita cuma perlu saling melihat hati. Kita saling melihat hati, tanpa aku perlu bilang, kamu tau aku suka bulan.

Aku sedang memandangi bulan yang penuh dan terbakar merah malam itu, sebelum tiba-tiba kamu menyentuh lenganku dengan tangan kamu yang selalu hangat seperti biasanya. Menyentuh sebentar, terus udah. Kita menghabiskan beberapa waktu memandangi bulan sama-sama, tanpa ada yang bicara.

Aku bertanya-tanya, gimana kalau suatu saat nanti kamu gak lagi muncul di mimpi-mimpi kayak gini. Seandainya aku bisa merekam semua mimpi di mana kamu ada sehingga jadi satu film, aku yakin bakal nonton ulang film itu berkali-kali setiap kali aku kangen kamu. Iya, aku mungkin bakal kangen sama kamu.

Kamu bilang, “Kita masih punya waktu, walaupun banyak atau sedikit itu relatif, tapi cukup.” Aku gak ngerti apa maksudnya. Kamu kayaknya beneran bisa baca pikiran. “Ada dua orang lagi.” Aku, lagi-lagi gak ngerti.

Tau-tau, bangun-bangun, nangis.

kepingin tau lebih banyak tentang Oendari?

Silakan subscribe blog ini, dengarkan musiknya, atau follow Oendari melalui media sosial.

Atau sampaikan yang ingin kamu katakan kepada Oendari. Tulis suratmu!

← Back

Your message has been sent.

Mimpi Semalam (11)

Daripada gue gila, yaudah gue tulis aja.

Kita bertengkar di mimpi semalam. Aku tau ini cuma mimpi, tapi rasanya gak enak. Kayaknya aku lebih pilih bertengkar di dunia nyata ketimbang ini. Berawal dari pasar malam.

Kita ke pasar malam. Ramai banget. Aku tertarik dengan banyak hal yang ada di sana. Warna-warni, orang-orang yang bentuknya berbeda-beda. Pakaiannya belum pernah kulihat sebelumnya. Lalu, kamu menggenggam tanganku, kamu takut aku hilang atau kesasar. Aku nurut aja, karena kamu yang lebih tau tempat ini. Hari itu dingin, cerah tapi berangin. Tangan kamu hangat.

Kita berhenti di perempatan karena kamu ketemu dengan orang-orang yang kamu kenal tapi aku gak kenal. Aku melihat seorang ibu di seberang jalan sedang kesusahan membawa barang-barangnya yang banyak sekali. Aku nyeberang demi membantu ibu paruh baya itu. Jalanan ini ternyata lebih lebar dari dugaanku. Mobil-mobil berlalu-lalang cepat sekali, tapi akhirnya aku sampai di seberang. Ibu-ibu tadi sudah gak ada, entah ke mana. Aku memutuskan berkeliling sebentar karena tertarik dengan tempat itu.

Ada patung yang besar dan tinggi di sana, kepalanya dihinggapi burung hantu yang warnanya cerah dan tidak biasa. Ketika aku sedang menikmati keindahan patung tua itu, tiba-tiba kamu muncul entah dari mana. Kamu menarik dan memegang tanganku kencang sekali. Kamu marah karena aku tiba-tiba ngilang. Di situ kita bertengkar. Kita berdua bilang hal-hal yang kita sesali kemudian.

Sepanjang jalan pulang, aku cuma diam. Kamu pun diam. Sebelum akhirnya kalimat terakhir kamu yang aku ingat, “Jangan ke mana-mana lagi.”

Ok. Gue kebangun sambil ngomong sendiri, “Ok.”

kepingin tau lebih banyak tentang Oendari?

Silakan subscribe blog ini, dengarkan musiknya, atau follow Oendari melalui media sosial.

Atau sampaikan yang ingin kamu katakan kepada Oendari. Tulis suratmu!

← Back

Your message has been sent.

Mimpi Semalam (10)

Kamu melempar batu kecil ke air waktu kita nongkrong di pinggir danau. Kita berdua inget hal yang sama, scene film Spiderman yang sama.

Hari selalu berwarna kayak gini setiap kali kamu muncul di mimpi. Langit seperti ini. Kabut bergerak-gerak kuning kecokelatan. Kamu punya banyak cerita yang kamu ceritakan kali ini. Dan, walaupun kita berkata-kata dengan bahasa yang berbeda, aku paham. Aku senyum setiap kali kamu cerita tentang masa-masa bahagia. Ketawa setiap ada yang lucu. Yang paling sering sih, aku mewek. Tapi, yah, di masa-masa yang kayak sekarang gini, siapa sih yang gak tiba-tiba jadi cengeng.

Kepalaku tiba-tiba pusing, lalu kamu bilang, “Kalo kebanyakan nunduk tuh memang kadang-kadang bisa pusing.” Lalu, aku cuma ketawa. Kamu bingung kenapa aku ketawa. Terus aku minta maaf. Eh, kamu ketawa. Hah? Kenapa sih?

Kamu tiba-tiba nyanyi satu lagu yang kayaknya aku tau, tapi aku gak bisa ingat judulnya. Kamu di sebelah aku, dan aku cuma ngeliatin kamu nyanyi. Aku menyimak kata demi kata, walaupun gak ngerti artinya. Air mata pasti mulai menggenang karena tiba-tiba mataku panas banget. Semoga kamu gak nyadar aku serta-merta buang muka, biar gak ketauan sekiranya ada sesuatu yang menetes. Kayaknya kamu sadar sih, entahlah, gak lama setelah itu kamu berhenti nyanyi.

kepingin tau lebih banyak tentang Oendari?

Silakan subscribe blog ini, dengarkan musiknya, atau follow Oendari melalui media sosial.

Atau sampaikan yang ingin kamu katakan kepada Oendari. Tulis suratmu!

← Back

Your message has been sent.

Mimpi Semalam (9)

Gak perlu selalu kasih pilihan. Aku punya cukup kemampuan untuk memutuskan. Dan, apapun itu keputusan, yang penting: percaya. Itu yang kamu bilang.

Kamu datang lagi di mimpi semalam. Kenapa kamu lagi kamu lagi. Kamu dandan rapi banget, gak tau kayak mau ke mana aja. Padahal di sini-sini doang. Entah karena suatu sebab, kamu dikenal sebagai pemecah masalah. Ga tau kenapa, aku inget aku harus inget-inget itu.

Ada toko kecil di ujung jalan. Langit biru tua, Kala Jingga beristirahat di singgasana. Besok dia harus bugar lagi. Itu yang kudengar. Besok. Belakangan ini, aku mempertanyakan ulang tentang besok. Apa yang kutau tentang besok. Gak ada. Apakah besok pasti ada? Gak tau. Kita gak pernah tau. Lagi-lagi, ini hal-hal yang aku pikirin barusan. Belum sempet aku kasih tau ke kamu, kamu udah ngangguk duluan.

Kita sedang menuju ke danau. Duduk di dermaga. Berenang-renang sampai malam tiba. Aku seperti melayang di perairan dangkal ini, memandangi langit karena sebentar lagi bintang akan terbit. Life goes on within you and without you. Tiba-tiba aku keinget itu.

“Life goes on within you and without you” adalah quote yang gue pasang di ruang tamunya ROEMAHIPONK. Kamu pasti baca itu waktu dateng ke situ. Dan gue masih gak tau Si Kamu ini siapa. Bahkan, gue gak tau Si Aku ini siapa.

kepingin tau lebih banyak tentang Oendari?

Silakan subscribe blog ini, dengarkan musiknya, atau follow Oendari melalui media sosial.

Atau sampaikan yang ingin kamu katakan kepada Oendari. Tulis suratmu!

← Back

Your message has been sent.

Mimpi Semalam (8)

Kamu datang lagi di mimpi semalam. Kamu orang yang sama tapi kita di tempat berbeda. You’re like a thousand light years away from me.

“Tapi sekarang kan di sini,” begitu kamu bilang. Kamu bicara dengan bahasa yang berbeda, tapi aku ngerti. Aku paham. Aku cuma bingung harus ngapain. Jadi, aku cuma senyum. Terus kamu jadi senyum setelah aku senyum. Terus kita sama-sama ketawa.

Kalo aku ngomong sesuatu, aku yakin kamu gak bakal ngerti artinya. Tapi aku yakin, kamu bakal paham. Jadi, aku ngomong semua ini pake bahasa yang aku ngerti aja ya. Kalimat-kalimat tadi baru aku pikirin di dalam kepala aku, belum sempet aku sampein ke kamu. Di situ, di momen itu, aku ga perlu bicara apa-apa, kamu udah ngangguk duluan. Terus kamu senyum lagi. Lalu, tentu aja, aku jadi senyum juga. Terus kita ketawa lagi.

Gue kebangun. Ini kenapa ya kok mimpinya gini.

kepingin tau lebih banyak tentang Oendari?

Silakan subscribe blog ini, dengarkan musiknya, atau follow Oendari melalui media sosial.

Atau sampaikan yang ingin kamu katakan kepada Oendari. Tulis suratmu!

← Back

Your message has been sent.

Tentang Emoji

Gue lagi berusaha ngurang-ngurangin pake emoji. Kenapa?

Dulu, gue sempat berpikir, “Wah, gampang ya kalo cara komunikasi bisa dipermudah dengan emoji. Sesimpel gambar seuprit bisa menggambarkan ekspresi yang kompleks. Praktis.” Belakangan, gue mulai menyadari, “Kok kayaknya enggak semua ekspresi bisa diwakilin dengan emoji.” Either, they didn’t really express me very well or I didn’t really need them to. I’m not sure which one or both.

Jangankan emoji. Gue sendiri, kadang gak tau harus nunjukkin ekspresi yang kayak gimana ketika ngerasain perasaan-perasaan yang gue gak paham.

kepingin tau lebih banyak tentang Oendari?

Silakan subscribe blog ini, dengarkan musiknya, atau follow Oendari melalui media sosial.

Atau sampaikan yang ingin kamu katakan kepada Oendari. Tulis suratmu!

← Back

Your message has been sent.

Tentang BTS: BTS IS DOPE! (1)

Gue akhirnya menulis tentang ini di sini, karena curiga-curiganya anak-anak studio udah pada bosen dengerin gue ngoceh soal BTS. Jadi, ya udah, gue tumpahkan aja di sini. Iya, betul, gue memang lagi jatuh cinta segitunya sama BTS. Kalau di antara yang baca ini ada yang kenal gue, mungkin kaget, mungkin bingung, mungkin takjub. Pasalnya, sekian lama drakor ngetren di Indonesia dan lagu-lagu Korea memenuhi chart-chart musik dunia, belum ada yang pernah bikin gue setertarik ini sama seniman Korea, sesederhana karena gue gak ngerti bahasanya. Tau-tau, muncullah BTS ini dengan sepaket lengkap talenta yang gak bisa gue lewatin gitu aja.


Ini bermula dari sebuah malam yang random ketika gue buka Twitter dan menemukan banyak banget sih tweet tentang BTS. Ada apa sih. Gue telusurin, gue ikutin terus, lalu sampailah gue pada kesimpulan: gue mulai penasaran. Cuma gara-gara pas browsing, gue nemu satu video ini:

BTS: Tiny Desk (Home) Concert on YouTube

Dari satu konten empat belas menit lebih sedikit yang sebetulnya sudah nangkring di YouTube sejak September tahun lalu, gue jadi berselancar keliling internet nonton lebih banyak lagi video-video BTS lainnya. Dari yang gak tau BTS itu membernya ada berapa, sampe gue hafal satu-satu namanya. RM. Jin. V. Jimin. SUGA. J-Hope. Jungkook.

Jungkook: gue ngefans banget sama nyanyinya yang stabil banget di semua kesempatan nyanyi sambil jogetan. say whatever you want, gue udah denger banyak banget jenis vokal sepanjang tujuh tahun belakangan hampir 24/7, and i mean every words i say. Oiya, gue juga ngefans banget sama rambutnya. J-Hope: salah satu sosok yang jago banget bikin gue penasaran, gak tau deh apanya, tapi gitu kira-kira. SUGA: idola gue, terutama dalam hal menulis dan produksi lagu. Dengerin Agust D. Jimin: salah satu kepribadian yang pernah gue saksikan yang di dalamnya ada keberanian yang luar biasa. beberapa video yang menceritakan tentang personil yang satu ini bikin gue inspired banget. V: Gue gak bisa membayangkan gimana dia bisa hit these specific notes dengan warna suara dan cara nyanyi yang kayak gitu, aseli buat gue, nyaman banget di telinga. Jin: ini orang dari cara nulisnya sama cara dia berekspresi, menarik banget. Worldwide handsome iya banget. RM: sexy brain, itu kata orang-orang dan kayaknya gue setuju.


Gak tau udah berapa banyak video BTS yang gue tonton. Dari video yang bikin gue kagum sama songwriting dan produksinya, terus sekian banyak video bikin kaget karena jogetnya aseli jago banget, ada juga yang bikin gue ngakak sendiri pas nyimak betapa koplaknya tujuh orang ini, ada juga video yang bikin gue mewek, padahal kenal juga enggak. Tuh, coba pikir, kenapa gue sampe se-emosional ini sih? Gokil nih BTS. Abis nonton ini gue kayak ngerasa abis dilemparin bom yang kemudian meledak di dalem rumah, meriah, banyak warna, tapi chill aja. Gokil.

Bangtan Boys. Bangtan Sonyeondan. Beyond The Scene. Bulletproof Boy Scouts. Sebutannya banyak. Prestasinya apalagi. Punya bala tentara pula, coba pikir. Di balik popularitasnya BTS sekarang, ternyata banyak juga cerita-cerita yang menjadikan mereka ya mereka yang sekarang di 2021 ini. Sejauh ini, gue menemukan satu ringkasan dari The Asian Theory yang kadarnya pas banget buat gue yang masih nubi perkara BTS. Nih, dalam waktu kurang lebih setengah jam nonton video ini, gue jadi tau beberapa hal basic tentang BTS, siapa tau lo kepingin tau juga:

The Most Beautiful Life Goes On: A Story of BTS on YouTube

Ini nih mungkin yang gue biasa bilang: judul adalah doa. The most beautiful life goes on. Ini video bener-bener bisa menjelaskan sosok tujuh manusia ajaib bernama BTS. Hampir semua informasi yang gue terima ajaib banget, banyak kejadian-kejadian ajaib terjadi sampai terjadinya BTS. Ajaib. Dan, bisa gue maknai dan gue kategorikan: indah. Ya, gue makin penasaran lah sama BTS.


Abis itu, ini ada satu lagi, janji, ini terakhir (for now, at least). Nah, kalau yang ini, gue nonton ini pas lagi mandek di tengah-tengah proyek menulis yang belum kelar-kelar. Kelar nonton, gue mayan bengong sebelum akhirnya ngomong sendiri: gokil nih BTS. Ketika ada tujuh manusia yang sepopuler ini dan sebesar ini pengaruhnya di dunia sekarang, nyebarin pesan-pesan sederhana yang layak didengar terutama di situasi kayak sekarang, dengan ekspresi masing-masing yang beda satu dengan yang lain di antara tujuh-tujuhnya, … Terus pesannya nyampe di gue. Coba lo pikir. Ga bengong lo? Gue sih bengong.

I’d do it all | BTS: Burn the Stage Ep1 on YouTube

Kelar nonton, gue langsung ambil tisu, lap-lap dikit karena gue sempet mewek di beberapa part terakhir video ini, terus langsung lanjutin tulisan yang mandek itu. Ga ada alesan buat males-malesan, karena ternyata musik masih layak buat diperjuangin. Meskipun kadang ada situasi di mana musik tuh baru bisa gue rasain sentuhannya ketika gue justru ada di masa-masa paling sunyi. Kayak sekarang ini, gue denger BTS pas pandemi. Gokil.


Buat yang level perkenalannya dengan BTS sama kayak gue, baru kelar nonton video-video tadi, terus mengalami sesuatu yang dibilang orang “inspirasi”, kemudian berniat melanjutkan penelusuran sendiri: Selamat. Lo gak sendirian. Tos.

Jadi, gue udah jadi ARMY nih? Hmm. Entahlah. Kalo dibandingin sama ARMY lain yang kayaknya hafal banget semua tentang BTS, ya ampun gue mah apa. Dari sekian banyak pengetahuan tentang BTS, kayaknya yang gue tau baru seberapa doang. The thing is: gue jatuh cinta sama semua yang gue baru tau ini. Maka, sekali lagi, gokil nih BTS.


Oiya, salah satu hal yang gue baru tau adalah istilah “bias” karena di Twitter maupun YouTube, gue sering banget menemukan pertanyaan: “Who is your BTS bias?” atau “Which BTS member is your true bias?” Awalnya, gue bertanya-tanya, apaan sih bias? Pas gue baca-baca, ternyata “Oh, siapa member BTS favorit gue?”. Gitu ya maksudnya?

Siapa member favorit gue? Pertanyaan ini kedengerannya sederhana, tapi ternyata susah jawabnya. Dari ketujuh orang ini, gue sudah menghabiskan waktu sekian banyak pelajarin satu-satu, lalu gue selalu berujung sulit memilih di antara dua. Tar gue cerita lagi kapan-kapan, toh gue somehow yakin bakal nulis lagi tentang BTS, karena tiap kali gue menerima informasi baru tentang BTS, banyak hal yang langsung menggelitik pikiran gue. Jadi, ya kenapa gue gak tulis di sini aja, ya gak sih?


sebuah titik tolak penting yang memunculkan ketertarikan gue pada bts dan kemudian menjadi awal hadirnya tulisan ini adalah inspirasi yang diberikan oleh reyna angel lyn christian, yang pertama kali ceritain soal bts dengan berbinar-binar. terima kasih, reyna.

kepingin tau lebih banyak tentang Oendari?

Silakan subscribe blog ini, dengarkan musiknya, atau follow Oendari melalui media sosial.

Atau sampaikan yang ingin kamu katakan kepada Oendari. Tulis suratmu!

← Back

Your message has been sent.

Mimpi Semalam (7)

Aku baru mengenal kamu beberapa tahun terakhir. Itu pun belum pernah ngobrol mendalam. Cuma saling sapa. Biasanya begitu. Lalu, tiba-tiba kamu muncul di mimpi semalam.

Kita segedung. Saat itu, kita barengan. Lagi nyari sesuatu atau nunggu sesuatu. Kita harus turun pake lift. Di situ, kamu nyentuh tangan aku. Aku kaget. Kalau di kehidupan nyata, itu sih gak mungkin banget terjadi. Jadi, aku ngelak pelan-pelan. Semoga gak berasa. Tapi pasti berasa. Yaudalah.

Sesampainya di luar, hujan deras banget. Aku cuma nyeletuk, “gokil, dingin banget,” kamu kemudian berniat pinjemin jaket. Manis banget. Tapi aku bilang, “gak usah, gapapa.”

Setelah itu, aku bangun. Setelah satu mimpi yang manis.


Gue gak tau siapa yang melukis mimpi. Mungkin sama dengan yang melukis pelangi. Buat gue, mimpi semalam manis banget. Gue bahkan gak tau apakah gue adalah Aku di mimpi itu? Gak tau.
Btw, kalau lagi sempet, dengerin lagu Will Mara – Fun N Games. Buat gue, lagu ini juga manis banget (manis pahit ada dua-duanya sih, tapi tetep manis). Gak cuma manis, lagu ini menginspirasi.
kepingin tau lebih banyak tentang Oendari?

Silakan subscribe blog ini, dengarkan musiknya, atau follow Oendari melalui media sosial.

Atau sampaikan yang ingin kamu katakan kepada Oendari. Tulis suratmu!

← Back

Your message has been sent.

Tentang Cerita Di Balik Video Hujan Dan Matahari.

Kata Melek, “Jendela.”

Lalu, gue mencerna itu sebagai:

“Chintana, ke jendela. Liat satu titik di sana. Kamu yang tau titik itu di mana.”

“Ngomong ke satu titik itu aja, ketika harus menyampaikan lirik yang ditulis. Apa yang ditulis, bacain ke satu titik itu aja. Percayain ke titik itu semua yang ditanyakan. This little dot, sedang menceritakan sebuah perjalanan yang indah, yang akan kamu denger jawabannya.”

“Botin, tugasnya dengerin pas Chintana nyanyiin part dia. Kalau Chintana udah selesai nanya, itu waktunya Botin tunjukkin apa yang dia pahami dari jawaban yang sedang diberikan untuk Chintana.”

I really don’t know what that means, tapi itu yang gue cerna. OH! Ada satu lagi.

“Melek, baca ini berulang-ulang, terus. Pelan-pelan. Supaya bisa ngerasain makna di balik lagunya. Percaya, nanti akan ngerasain sesuatu yang mungkin bisa bikin air mata jatuh sendiri. Bahwa sebetulnya: kita semua gak pernah sendirian, selalu ada yang doain, percaya, Lek.”

This is what I call: Frequency Response.

kepingin tau lebih banyak tentang Oendari?

Silakan subscribe blog ini, dengarkan musiknya, atau follow Oendari melalui media sosial.

Atau sampaikan yang ingin kamu katakan kepada Oendari. Tulis suratmu!

← Back

Your message has been sent.